Tips mengatasi serangan jantung ketika seorang diri

2 Jul 2010
Jantung
Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Penyakit Jantung

Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi,
penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.

Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.



Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Tips mengatasi serangan jantung seorang diri
Katakanlah sekarang jam 5:17 sore dan anda sedang mengemudikan
mobil sendirian menuju rumah anda setelah mengalami hari yang amat
melelahkan
di kantor. Bukan saja beban kerja anda yang luar biasa beratnya namun
andapun tengah beradu argumentasi dengan atasan anda. Dan apapun yang
anda jelaskan ke atasan anda tampaknya si boss tidak mau mengerti
dengan situasi yang sedang anda hadapi.

Anda menjadi amat kecewa dan semakin anda pikirkan hal tersebut
semakin tegang perasaan anda. Tiba-tiba anda mulai merasakan rasa sakit
yang luar biasa di dada anda. Dan rasa sakit tersebut menjalar ke lengan
dan naik hingga ke rahang anda. Jarak anda ke rumah sakit terdekat hanya
sekitar 6 kilometer lagi.

Sayangnya anda tidak yakin apakah anda bisa mencapai rumah sakit
tersebut dengan kondisi anda sekarang ini. Apa yang bisa anda lakukan?
Anda mungkin pernah mengikuti pelatihan dasar P3K namun sang instruktur
P3K tidak pernah mengajarkan kepada anda bagaimana sebaiknya bertindak
bila si korban serangan jantung adalah anda sendiri.

KIAT MENYELAMATAN DIRI KETIKA MENDAPAT SERANGAN JANTUNG SAAT
SEDANG SEORANG DIRI

(Karena sebagian besar korban serangan jantung umumnya sedang seorang
diri, artikel ini tampaknya menarik untuk dicermati)

Tanpa adanya pertolongan, orang yang jantungnya berhenti berdetak dengan
teratur dan matanya mulai berkunang-kunang, hanya memiliki waktu sekitar
10 detik untuk bertindak cepat sebelum ia kehilangan kesadarannya.
Namun demikian, si korban dapat menolong dirinya sendiri dengan batuk
secara keras (ngokol) dan berulang-ulang.

Hirup udara sebanyak mungkin setiap kali batuk, dan batuk anda harus
dalam dan panjang seperti layaknya orang yang akan mengeluarkan dahak
dari dada. Pengambilan nafas dan batuk harus dilakukan setiap 2 detik
tanpa henti hingga datangnya pertolongan, atau sampai jantung anda
terasa berdetak normal kembali.

Pengambilan nafas yang panjang menolong membawa oksigen ke paru-paru
dan batuk menyebabkan gerakan seperti meremas-remas jantung anda sehingga
mengakibatkan sirkulasi darah tetap terjaga. Tekanan dengan cara meremas
tersebut yang terjadi pada jantung anda juga membantu jantung agar
kembali berdetak normal. Dengan cara ini diharapkan korban serangan
jantung dapat mencari telpon umum terdekat (atau menggunakan HP) dan
meminta pertolongan di sela-sela nafasnya.

Sayangi Jantung Anda
Melihat berharganya organ jantung ini untuk kelangsungan hidup, maka segeralah perbaiki gaya hidup Anda agar tetap sehat. Mulailah menikmati makanan yang sehat, bergizi dan rendah kolesterol. Hindari merokok dan stres. Serta berolahragalah secara teratur. Mulailah dengan gaya hidup yang sehat sejak hari ini untuk menyayangi jantung Anda.

Sumber Artikel Dan Gambar : KasKus