Tips Cara menjadi Pribadi yang Unggul

6 Jan 2013
Sebuah Tips - Alloh ‘Azza wajalla adalah Dzat yang maha sempurna segala-galanya, maha luas tak terbatas pengetahuannya. Sangat pasti hanya Alloh lah Dzat yang maha memiliki segala keagungan, kemuliaan, dan keunggulan. Sangat beruntung bagi siapapu yang dikaruniakan oleh-Nya potensi dan bakat untuk unggul. Lebih beruntung bagi siapapun yang dikaruniakan kemampuan mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia unggul dan prestatif. Namun, sahabat-sahabat, betapa banyak pula orang yang cukup potensial tapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpedam dan tetap terpendam tak tergali karena tak tahu ilmu untuk mengoptimalkannya.

Umat Islam adalah salah satu contohnya, Sering kali dengan semangat menggebu kita ingin menjadikan umat Islam ini umat yang modern, tidak kampungan, tidak miskin, tidak kumuh, dan kata-kata minor lainnya. Tapi karena belum tahu ilmunya, hasilnya sangat jauh dari yang diharapkan. Padahal setiap orang pada dasarnya memili potensi untuk unggul termasuk kita, umat Islam.
Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan prestatif.

Percepatan Diri 
Yahya Bin Hubairoh, guru Ibnu Qayyim Al-Jauziah berkata “ Waktu adalah barang paling berharga untuk kau jaga. Menurutku, ia adalah barang yang paling mudah hilang darimu, “ Demikian ujarnya. Memang, bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak, waktu adalah kuncinya. Sebab, sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia siasiakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu,
Pertama, orang sukses yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya ia melakuka sesuatu hal yang tidak diminati oleh orang gagal.

Kedua, orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi denga kekecewaan dan selalu memuali sesuatu pada keesokan harinya.

Ketiga, orang hebat yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat, tidak ada hari esok. Dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja sesuatu kejahatan, tetapi sesuatu pembunuhan yang kejam.

Rosululloh bersabda, “ Pada setiap terbit Fajar ada dua malaikat yang menyeru-nyeru, wahai anak Adam, aku adalah hari yang baru dan aku datang untuk menyaksikan semua amalan kamu, oleh sebab itu manfaatkanlah sebaik-baiknya karena aku tidak kembali lagi sehinga hari pengadilan. (HR. Turmudzi) karenanya, mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini.

Oleh karena itu yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang sia-sia. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti makan waktu, sedangka waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (Mubazir), bukankah perbuatan mubazir itu adalah perbuatan setan. Alloh SWT berfirman, “ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya .(” QS. Al Israa : 27 ).

Lihatlah hidup keseharian kita, sering kali secara sadar atau tidak, telah melalaikan waktu. Anehnya tak jarang setengah mati kita menjaga sandal agar tak tak hilang di curi orang, tapi jarang menjaga waktu agar tidak dicuri denga hal yang sia-sia. Berapa banyak kita ngobrol sia-sia yang berarti kita maling waktu kita. Berapa banyak kita nonton TV, dan TV telah mencuri waktu kita. Maka, mulai sekarang pantanglah menyia-nyiakan waktu.

Ingatlah firman Alloh, “ Qad aflahal mu’minun. Alladzina hum fii shalaatihim khosyi’uun. Alladzi ‘annilaghwi mu’ridun. ( QS. Al-Muminun :23 (1-3). “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusu dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna. “ Artinya, Sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas sholatnya. Itulah yang beruntung.

Jadi, pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri . Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu, yang kita lalui harus selalu benar-benar ful manfaat. Dan lebih dari yang orang lain lakukan. Prinsipnya, pertama,waktu boleh sama tapi isi harus beda, dan kedua, sekarang harus lebih baik dari tadi. Itulah percepatan. Segala bentuk kemalasan ,keengganan harus dibuang jauh-jauh kalau ingin masa depan cerah. Bagi yang mendambakan keunggulan, jika melihat orang lain belajar lima jam sehari, maka dia harus punya bonus waktu belajar lebih dari lima jam seperti yang orang lain lakukan , artiny6a dia harus tahan belajar minimal tujuh sampai delapan jam sehari. Demikianlah, sebab salah satu ciri dari orang yang unggul adalah memiliki kebiasaan melakukan sesuatu dimana orang gagal enggan melakukannya

Maka, tidak ada waktu yang sia-sia. Ajaran Islam sangat menghormati dan menghargai waktu dan melarang kesia-siaan.Rasulullah bersabda , “Diantara tanda kebaikan akhlak manusia muslim itu adalah meninggalkan apa yang tidak perlu.” (HR Turmudji). Untuk itu , kalau saudara melakukan sesuatu , pikirkan manfaatnya. Tanyakan pada nurani, bagaimana kalau saya mati dalam keadaan melalaikan waktu, naudzubillah. Misalkan, mau nonton ke bioskop, tanyaka pada diri, manfaat engga nih ? bagaimana kalau saya mati lagi nonton di bioskop ? selalu di pikirkan agar jangan ada waktu yang tersia-sia. Setel tape, pastikan bahwa yang di dengar bukan yang sia-sia, yang melenakan jiwa, yang mengurangi semangat, apalagi nyanyian maksiat, naudzubillah . Pilihlah program atau acara yang dapat menambah kualitas keilmuan, wawasan dan pengalaman. Masih banyak acara lain yang lebih bermanfaat, bermutu, dan mengingatkan kita pada Alloh. Cobalah simak acara kajian ilmu, ceramah subuh, nasyid , atau nyanyian islami, serta tilawah Al-Qur’an. Sanagat pasti ada banyak hikmah yang dapat diambil.

Kalau lagi dongkol ingatlah bagaimana kalau lagi dongkol mati ? Kalau lagi sebel bagaimana kalau mati lagi sebel ? selalu piker-pikirkan ! Jangan sampai waktu terbuang percuma hanya untuk melakukan sesuatu yang sia-sia mau tidur, tiba-tiba ingat seorang ikhwan bagi akhwat, misalnya, pikirkan iih apa-apan iangat sama dia siapa tahu dia tidak ingat sama kita kan tekor. Mending ingat ke Alloh jangan sia-siakan waktu. Dalam segala hal buatlah program, perencanaan yang matang , cermat , dan rasional. Sehingga waktu kita efektip hanya digunakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan dan mutu diri.

Sistem Yang Kondusif 
Misalkan, ada dua ekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang satu masuk kedalam mobil dan mobil pun melesat maju. Sedangkan kupu-kupu yang satunya tidak masuk kedalam mobil melainkan terbang menggunakan sayapnya. Lalu ukur dalam waktu lima menit, mana yang lebih dulu sampai ketujuan ? jelas akan tanpa beda kecepatan maupun jarak tempuhnya . Kupu-kupu yang terbawa mobil, dan mobilnya melaju kencang akan jauh lebih cepat sampai ke tempat tujuan dari pada yang terbang sendiri .

Tapi kalau mobilnya berhenti atu mogok, maka mungkin saja yang lebih cepat adalah yang terbang sendiri, dan kupu –kupu yang masuk mobil dia akan rugi. Bahkan kalau mobilnya mundur dia akan ketinggalan lebih rugi lagi. Artinya system yang kita masuki itu akan sangat-sangat mempengaruhi percepatan diri kita. Salah dalam memilih system memilih lingkuangan, maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka, barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus mencari sistem lingkungan dan teman-teman yang berkualitas sistem yangmemiliki ke unggulan lebih dari standar biasa, lingkungan yangmemulikan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apabila kita masuk sistem seperti ini, maka imbasnya adalah pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkatrol untuk menjadi unggul dan bermutu .

Lembaga atau organisai yang memiliki system yang unggul, banyak yang telah dapat membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat. Akabri ,siapa pun orang tahu bahwa seorang pemuda yang dalam bebeapa bulan saja masuk ke Akabri, akan sangat jauh berbeda dengan pemuda sebayanya yang tidak masuk sistem di Akabri. Bayangkan selama tiga tahun ,yang satu didik ,digembleng,ditempa berbagai macam disiplin ala militer di Akabri, sedang yang satu hanya diam tinggal di lingkungan tanpa ada penambahan keilmuan dan pengalaman, maka hasilnyapun jelas beda yang satu jauh melesat beberapa puluh langkah, sedang yang satu hanya beberapa langkah saja.

Padahal asalnya sama tamatan SLTA, namu sistem yang berbeda telah menghasilkan produk yang berbeda pula. Hal ini karena Akabri denga pendidikan gaya militer denga berbagi aturan dan perintah yang sangat ketat, disiplin, dan tegas serta kepatuhan pada komandan yang luar biasa, yang kebiasaan ini tentu saja tidak terdapat dalam komunitas sipil. Sistem inilah yang menempa para taruna di Akabri sehingga memiliki kemampuan lebih di banding dengan pendidikan di luar sistemnya.
Contoh lain, misalnya seorang anak yang masuk ke pondok pesantren Gontor Ponorogo akan sangat berbeda kemampuan bahasa Arab, Bahasa Iggrisnya dengan anak sebayanya yang masuk Gontor atau lulusan SMU yang masuk perguruan tinggi semacam ITB, UI, dan UGM akan sangat jauh berbeda dengan mahasiswa di perguruan tinggi lain yang memiliki sistem yang berbeda . Itulah pengaruh sistem.

Maka ,kalau ingin memiliki pribadi unggul , tangguh , dan prestatif , pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan . Sebab , salah dalam memilih lingkungan , salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan . Ingatlah pepatah, ‘Bergaul dengan tukang minyak wangi akan terbawa wangi dan bergaul dengan pandai besi akan terbawa bau bakaran.”. Wallohu a’lam bishawab. (myquran.org/ichreza)