Tips Bermanfaat Bagi Mahasiswa Baru (Mahasiswa Baru Wajib Baca)

23 Jul 2013
Tips Bermanfaat Bagi Mahasiswa Baru (Mahasiswa Baru Wajib Baca)

Sebuah Tips - Ceritanya, sekarang ini kan lagi suasana tahun ajaran baru nih. Setelah sebelum-sebelumnya kaskuser udah banyak disuguhi informasi2 tentang MOS, kejadian saat MOS, atau bahkan tips2 bermanfaat saat menghadapi MOS, kali ini TS akan berbagi tips yang bermanfaat bagi agan/sista yang menjadi mahasiswa baru. Tips ini berguna banget untuk menghadapi tahun-tahun pertama agan/sista sebagai seorang mahasiswa baru. Apa aja itu?

Mungkin agan/sista dulunya Ketua OSIS di SMA, atau mungkin anggota badan kehormatan di sekolah. Mungkin juga agan merupakan lulusan dengan nilai tertinggi di sekolah, atau bahkan yang ngasih cendol eh pidato pada acara kelulusan. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut tidaklah begitu penting ketika agan/sista mulai memasuki dunia yang kita sebut dengan “KAMPUS”.

Semuanya akan berawal dari NOL lagi pada saat agan/sista mulai memasuki kehidupan sebagai seorang mahasiswa, dibarengi dengan kebebasan yang lebih dibanding saat sebagai seorang anak SMA, dan juga berbagai keputusan penting yang bakal agan/sista hadapi sebagai bagian dari proses transisi dari seorang remaja menjadi seorang dewasa seutuhnya. (Ababilwan>>>Juragan||Ababilwati>>>Juraganwati)

Menurut informasi yang ane dapat dari ia-itb.blogspot.com, 5-10% mahasiswa baru di ITB DO (kalau ada data yang lebih update dan mencakup seluruh universitas di Indonesia bisa PM ane). Itu data masih hanya yang TPB - Tahap Persiapan Bersama - (sebutan tingkat pertama di ITB), belum lagi mahasiswa yang DO setelah melewati status sebagai freshmen (maba).

Tapi WOLES! Thread ini tidak bertujuan untuk menakut-nakuti atau bahkan merengut euforia kelulusan agan/sista di kampus favorit agan/sista sekalian. Malah sebaliknya, thread ini akan membantu agan/sista untuk bisa bertahan di tahun pertama perkuliahan, dan juga untuk membantu agan/sista berkembang sebagai seorang mahasiswa sejati. Dan semua tips, trik, skill, serta kebiasaan yang agan/sista peroleh lewat thread ini, tidak hanya bisa digunakan untuk masa perkuliahan saja, tetapi bisa juga digunakan pada saat berkarir di masa depan.

Minggu-minggu pertama di kampus merupakan momen2 yang sangat krusial bagi semua mahasiswa baru. Pada saat itulah agan/sista akan membuat keputusan penting yang akan memiliki pengaruh selama hidup agan/sista. Beberapa dari tips ini sangat-sangat PENTING, dan beberapa lagi merupakan tips yang bisa digunakan untuk fase selanjutnya dari kehidupan agan/sista. Apapun yang agan/sista lakukan selama masa ini, cobalah untuk percaya diri dan menikmati semua pengalaman yang terjadi. Mungkin beberapa dari agan/sisa akan mengalami STRESS (terutama pada saat OSPEK) atau homesick, tapi jangan biarkan itu semua menghambat “masa depan” yang sedang agan/sista ukir.

1. Ikuti semua kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru.
Kenapa? Semakin cepat mengenal lingkungan kampus, akan semakin cepat agan/sista untuk beradaptasi di lingkungan baru tersebut.

2. Kenali teman se-Kos dan orang-orang di sekitar tempat tinggal.
Orang-orang inilah yang akan bersama agan untuk beberapa waktu. Mungkin kelak bahkan menjadi sahabat bagi agan/sisa, tempat curhat, dan bahkan membantu agan/sisa sewaktu mengalami kesulitan nantinya. Tidak jarang nantinya ada dari orang-orang tersebut akan menjadi pacar atau bahkan menjadi suami atau istri agan/sista kelak (Kalimat terakhir ga kena ke ane, masih jomblo soalnya)

3. Disiplin
Sewaktu SMA, para guru cenderung menuntut agan/sista supaya mengerjakan PR. Nah, kalau jadi mahasiswa dosen bakal ngasih tugas bejibun, yang kadang ga jelas kapan dikumpul, dan mereka ga peduli kalau agan/sista ga ngumpulin itu tugas. Yang pasti kalau ada kejadian seperti itu, yang akan terdengar dari ucapan sang dosen adalah “See you next Semester!!” Mau??? (Kalau cendol pasti mau)

4. Cari tempat yang cocok buat belajar 
Kalau agan/sista merupakan tipe autodidak kayak ane, tempat belajar yang cocok bisa di kamar, atau perpustakaan. Yang pasti tempat yang jauh dari gangguan (terutama gangguan setan). Bagi yang jiwa sosialnya tinggi bisa belajar kelompok (sekalian nge-gosip).

5. Jangan pernah titip absen (HARAM hukumnya tau!!!)
Masuk kuliah merupakan hal yang sangat-sangat diharuskan. Karena terkadang penjelasan dari sang dosen di kelas ga ada di buku atau slide yang dia berikan. Kalaupun terpaksa harus tidak hadir, tulis surat.

6. Kenali karakter dosen pengajar
Ini merupakan hal yang bermanfaat bagi agan/sista untuk bisa berkomunikasi dan mengetahui “cara” beliau memberikan nilai akhir nantinya. Ada dosen yang ga akan negur agan/sista kalau tertidur di kelas karena “ceramah”-nya yang membosankan, tapi jangan terkejut kalau nanti nilai yang keluar tiba2 “EEEEEEE BESAR” . “See you next semester,” professor said. Wat de pak(WDP)!!

7. Kenali dosen wali
Dosen wali ibarat orang tua kita nantinya. Kenapa? Ane udah ngerasain gan. Curhat dikit yak, ane udah pernah ngalamin jatuh bangunnya sebagai seorang mahasiswa. Ane udah jalanin gimana rasanya IP 0 ama IP 3.5. Di setiap masalah akademik yang ane alamin, dosen wali ane selalu membantu ane. Back to laaaapp...toppp.
Nah, selain itu, dosen wali juga akan membantu agan/sista untuk bisa menentukan mata kuliah apa saja yang sebaiknya diambil

8. Carilah keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari
Kehidupan kampus itu merupakan campuran antara aktivitas sosial dan aktivitas akademik. Nah, di sini banyak juga mahasiswa yang “tersesat”. Agan/sista ingin dapat tag yang mana? Admin atau Co-admin?  Eh salah. Maksudnya mahasiswa aktivis atau mahasiswa cupu-cupu? Atau mahasiswa bukan keduanya seperti mahasiswa normal dan mahasiswa calon DO. Atau ada juga tipe mahasiswa yang menganut paham “Belajar keras demi bermain keras ”.

9. Terlibat dalam aktivitas kampus
Pada umumnya masalah utama yang dihadapi oleh mahasiswa baru adalah homesick (terutama anak mami). Masalah itu tentunya akan semakin besar jika agan/sista tidak memiliki aktivitas lainnya di luar kegiatan akademis. Pulang kuliah, masuk kamar, telepon mama, “Maakkk aku kangen...!!”
Tenang gan/sist, ane ada solusinya. Ikuti kegiatan-kegiatan ekskul (sebutan jaman SMA) yang ada di kampus atau sering2 ngumpul bareng teman2 baru. Hal-hal semacam itu akan mengurangi “kadar” kerinduan agan/sista akan enaknya masakan MAMA. (Anjr*t!! Malah ane yang rindu apa mama ane. Curhat: udah 3 tahun belum balik ke kampung . Maamaaakkk)

10. Berjuang demi nilai A
Ini jelas kan? Ga ada alasan untuk tidak dapat A. Target tiap semester adalah IP 4, walau nantinya dapat IP 1 (wkwkwk). Tapi di sini perlu ane tegaskan. Seperti yang udah ane tulis di paragraf awal, mungkin dulu agan/sista bisa dengan mudahnya ranking 1, saat kuliah nanti tidak akan segampang itu. Why? Coz saingan agan/sista adalah yang terbaik dari kandangnya masing-masing. Percayalah sama ane. (Jangan deng, percaya sama Tuhan masing2 aja dah).

11. Manfaatkan fasilitas kampus semaksimal mungkin.
Perpustakaan dan laboratorium paling utama. Keduanya merupakan gudang informasi yang sangat amat tidak ternilai. Oh iya, ane teringat sama WC-terbesar-di dunia (sebutan untuk perpustakaan pusat ITB) yang ada di ITB. Sayangnya sekarang udah di-“modif” ulang.
Oh iya, jangan juga salah mengartikan poin no. 11 dengan:
“Kalau gitu ane jadi mahasiswa abadi aja. Kan TS nyaranin ane manfaatin fasilitas kampus semaksimal mungkin. Bisa mandi gratis di WC kampus selama masih berstatus mahasiswa ”.

12. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Pastikan agan/sista menyisihkan sebagian waktu dengan kegiatan yang bisa membuat agan/sista merasa santai. Bagi yang pacarnya ada di kampus yang sama, ajak jalan ato nonton.

13. Bertanggungjawab atas diri sendiri dan tindakan
Jangan salahkan orang lain karena kesalahan yang agan/sista lakukan, lupakan saja kesalahan/kesilapan itu dan belajarlah darinya. Menjadi seorang kaskuser?/manusia dewasa artinya bisa bertanggungjawab atas semua tindakannya.

14. Jalin koneksi sebanyak-banyaknya.
Salah satu cara yang bisa ane sarankan adalah,
Pada minggu2 awal perkuliahan, usahakan untuk bisa mengenal teman sekelas. Satu orang saja dalam satu hari. Kenal itu bukan hanya sekedar tau nama dan muka nya saja. Perkenalan yang lebih mendalam yang TS maksud di sini, dengan kata lain perkenalan yang “berkualitas”. Ane jamin hal ini bisa membuat agan/sista menjalin koneksi yang tahan lama, dan hal ini sangat krusial saat agan/sista ga masuk kuliah . Ha? (Lihat poin 5)

15. Carilah layanan konseling karir di kampus
Terlepas apakah agan/sista “dipaksa” oleh pihak lain (orang tua, saudara, atau bahkan pacar dan kenalan) untuk mengambil jurusan tertentu atau memang agan/sista udah memiliki perencanaan matang mengenai karir masa depan, ane menyarankan mintalah second opinion dari yang lebih ahli.
Sedikit dari pengalaman pribadi. Di ITB (lagi2 ITB, maap ane cuman bisa nyontohin di situ aja, ntar kalau ane kuliah lagi di UI, USU, UNPAD, dkk, pasti ane tulis sebagai contoh  ) setiap mahasiswa tingkat satu belum ikut dalam program jurusan. Mereka masih digabung dalam satu Fakultas. Nah, di akhir semester II barulah mereka di juruskan berdasarkan minat masing-masing. Sewaktu ane masih anak ingusan di kampus, ane pergi ke layanan konseling mau nanyain, ane itu cocoknya masuk jurusan apa. Ane bilang ke psikolognya kalau minat ane itu ada di jurusan B, nah dari hasil psikotest yang pernah diadakan ITB mengatakan kalau ternyata bakat ane itu ada di jurusan A. Katanya karakter ane itu cocok di jurusan A. Ya ane woles ae dah, ikut bakat lahir aja dah. Ane ibarat ikan yang pengen terbang kayak burung. Bakat berenang (aslinya ga bisa berenang  ), minat terbang.

16. Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan
Susun prioritas. Di SMA mungkin PR masih bisa dikerjakan 15 menit sebelum dikumpul. Kuliah? Try me.

17. Jaga kesehatan. 
Berbagai persoalan yang timbul di fase awal sebagai seorang mahasiswa (seperti yang sudah ane tulis di atas terutama mengenai adaptasi terhadap lingkungan baru), dapat menyebabkan agan/sista lebih rentan jatuh sakit. Tidur yang cukup, olahraga, konsumsi suplemen, dan/atau vitamin, serta makan 4 sehat 5 sempurna merupakan satu2-nya solusi yang ane punya.

18. Belajar untuk mengatasi rasa rindu (homesick)
Sudah sangat wajar kalau agan/sista rindu sama orangtua, dan saudara. Kalau rindu itu muncul, kirim aja surat, sms, e-mail, bbm, atau langsung telpon, atau bahkan skype.

19. Jadikan kampus sebagai rumah kedua
Coba agan/sista jangan langsung pulang ke kos-an setelah kuliah selesai. Coba luangkan waktu sedikit di kampus. Carilah kesibukan yang bisa membuat agan/sista bisa semenit lebih lama berada di kampus. Tujuannya? Judul poin 19.

20. Berhematlah
Kebanyakan mahasiswa baru merupakan orang yang jauh dari orangtua (kayak ane). Belajarlah untuk bisa mengatur belanja. Jangan lebih besar pasak dari tiang (Ane no comment buat yang bonyok-nye tajir )

21. Jangan coba-coba mengambil jalan pintas, kecuali kalau mau digilas.
Contohnya: jalan pintas dapat nilai A >>> Ya nyontek
Kejadian : Sanksi akademik menantimu adik2ku yang tersayang.
Jangan dicoba, ya!!

22. Bersiaplah untuk menghadapi kekecewaan dan bersyukur atas apa yang sudah diperoleh.
Banyak hal yang bakal terjadi di dalam hidupmu nanti adik2ku. Dan bakalan banyak juga hal-hal yang tidak terduga yang mungkin saja bisa terjadi. Oleh karena itu, abang (asyik bukan ane lagi) sarankan, “WASPADALAH..!!” Abang cuma bisa bilang begini (khusus sista ), “Ketahuilah adik ku sayang : , bahwa bukan hanya adinda saja yang bakal mengalami kekecewaan itu, para juragan Kaskus juga akan mengalami hal yang sama. ”