Tips boncengan untuk menghindari resiko kecelakaan

3 Sep 2010
Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia, khususnya di Jakarta terus bertambah seiring dengan kebutuhan akan moda transportasi yang efisien dan terjangkau. Dari tengah kota hingga sudut-sudut desa sepeda motor mudah ditemukan. Beberapa alasan yang sering diutarakan adalah : irit bahan bakar, bebas macet, sanggup membawa barang, membawa orang, dan harganya terjangkau.

tapi, kita sering mendengar atau pernah menyaksikan langsung kecelakaan sepeda motor yang begitu tragis. Ironisnya, pada beberapa kasus kecelakaan motor justru orang yang dibonceng menjadi korban yang paling parah, bahkan tak jarang meninggal dunia, sementara si pengemudinya tidak sefatal itu.

Hal itu disebabkan orang yang dibonceng atau boncenger tidak siap dengan kejadian yang mendadak. Meski nampak sepele, berboncengan harus memperhatikan beberapa hal baik bagi boncenger maupun pengendaranya.

Berikut adalah Tips aman berboncengan sepeda motor untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, iangat ya gan, meminimalisir...

1. Rapatkan posisi tubuh pada pengendara
Posisi ini bertujuan agar boncenger bisa mengikuti gerakan si pengendara. dengan begitu, boncenger bisa tetap fokus pada laju kendaraan meskipun kecepatan dan arah kendaraan dikendalikan oleh si pengemudi.

2. Pegang erat2 pinggang pengendara
Bagi perempuan jangan segan2 untuk memegang erat pinggang si pengendara, kalo perlu peluk sampai ujung kedua tangan saling bertemu dan berpegangan di perut si pengendara. untuk cowok, kalo tidak mau disebut "maho", mungkin bisa memegang jaket atau celana [bagian paha] si pengendara

3. Jangan pegang behel belakang motor
Ini yang sering dilakukang oleh para boncenger. karena malu atau mungkin menghindari hal2 yang tidak diinginkan, para boncenger lebih memilih memegang behel motor ketimbang badan si pengendara. hal ini justru akan berakibat fatal jika si pengendara menyalip, menikung atau tergoncang akibat lubang di jalan. dan boncenger rentan untuk terlempar

4. Rapatkan lutut dengan si Pengendara
usahakan agar posisi lutut boncenger mengikuti posisi lutut si pengendara, tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan dan pergerakan titik berat keduanya agar seirama dengan pergerakan motor.

5. Jangan melawan arah kemiringan ketika menikung
Saat menikung tajam, jangan sekali-kali melawan arah kemiringan, terlebih pada kecepatan tinggi. Pasalnya ketika arah tikungan berubah sebaliknya, kondisi boncenger yang melawan arah kemiringan tadi dapat mengganggu pengendara dalam mengendalikan motor.

6. Usahakan duduk sejajar dan gunakan celana panjang
Bila posisi duduk miring atau menghadap kiri, maka beban bertambah ke sebelah kiri sehingga menganggu pengendalian. Hal ini biasanya terjadi saat menbonceng kaum wanita. Ada baiknya bagi wanita yang ingin dibonceng dianjurkan untuk mengenakan celana panjang.

Posisi duduk bocenger yang di belakang akan lebih dekat ke roda dan rantai, hindari menggunakan celana yang berumbai atau rok lebar yang berpotensi tersangkut kedalam roda atau rantai.

7. Simpan tas/bawaan diantara badan pengemudi dan boncenger
Bila yang dibonceng membawa tas atau bawaan lainnya, sebaiknya dijepit di antara pengemudi dan yang dibonceng. Bila bocenger membawa tas ransel , sebaiknya tidak diisi dengan benda-benda yang memberatkan karena dapat juga mengurangi keseimbangan, apalagi bila ditambah dengan muatan barang bawaan dibelakang. hal ini juga untuk menghindari tindak kejahatan seperti penjambretan

8. Jangan boncengan lebih dari 2 orang
Ini sering dilakukan oleh anak sekolah atau kaula muda. hindari berboncengan lebih dari 2 orang. beban yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan si pengendara motor dan rentan terjatuh saat di tikungan.

9. Berperilaku sopan di jalan raya
Jangan sekali2 mengobrol ketika motor dalam kecepatan tinggi atau menikung tajam. jika dalam keadaan macet, jangan memaksa untuk meliuk2an badan, cukup motornya saja yang meliuk. perhatikan juga keselamatan orang lain, berperilaku sopan di jalan demi keselamatan bersama

sekian dulu gan dari ane, mudah2an bermanfaat


Sumber : KasKus

2 komentar:

  1. Saya menyarankan pake safetybelt yang namanya Hammada Belt selain menggantikan fungsi dari cara-cara tradisional seperti yang biasa dilakukan juga didesain lebih fungsional, lebih praktis, lebih modern dan bisa menjadi gaya hidup yang baru karena lebih fashionable.


    Hammada Belt juga melindungi kesehatan anak karena menghindari membonceng anak di depan orang tua yang bisa mengganggu konsentrasi dan membahayakan si anak karena terpaan angin maupun benda-benda yang mungkin bisa mengenainya.
    YM joiceronalita
    sms : 081806244645
    FB : SafetyBelt Hammada SepedaMotor

    BalasHapus
  2. weeee boleh nih dicoba btw promosinya ketara bgt mas :D :D :D

    BalasHapus