Tampilkan postingan dengan label Mandiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mandiri. Tampilkan semua postingan

Tips-Tips Mengeksplorasi Bakat secara Mandiri

13 Jun 2013
Tips-Tips Mengeksplorasi Bakat secara Mandiri
Ilustrasi Bakat/Talent
Sebuah Tips - Bicara soal bakat, sebenarnya apa sih bakat itu? Apakah saya punya bakat? Makhluk semesterius apa sih bakat itu? Dimana bakat saya? Bagaimana cara menemukannya? Kepada siapa sebetulnya saya harus bertanya tentang bakat saya? Dan seterusnya.
Sebelum kita membahas pertanyaan-pertanyaan semacam di atas, perlu diingat bahwa bakat menurut penjelasan teoritisnya memang punya wilayah bahasan yang cukup luas. Di dalam literatur ilmiah, ada istilah talent, ada istilah giftedness, ada istilah traits, ada istilah intelligence seperti dalam “multiple intelligence, aptitude, dan seterusnya. Selain harus berurusan dengan istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti bagi kebanyakan orang, pun juga tidak semua orang “boleh” memberikan penilaian tentang bakat seseorang. Hanya bagi orang-orang yang sudah bersertifikat di bidang ini yang “disahkan” memberikan penilaian.

Tetapi, bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain. Kamus Advance, misalnya, mengartikan talent dengan “natural power to do something well.” Dalam kamus Marriam-Webster’s, dikatakan “natural endowments of person.” Dalam percakapan sehari-hari kita sering mengatakan si anu berbakat di nyanyi, di bisnis, di IT dan seterusnya.

Bentuk-bentuk Bakat: 

Rupanya, bakat dalam pengertian kedua ini juga dipakai oleh Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari Harvard University yang sering berkolaborsi dengan Howard Gardner dalam membahas kecerdasan. Dalam tulisannya, Little Geniuses, yang pernah diterbitkan majalah Parenting (1989), ia menjelaskan, bakat manusia bisa muncul dalam berbagai bentuk. Perhatikan daftar kemampuan (ability) di bawah ini lalu deteksi mana yang paling kuat di dalam diri Anda:

Acting Ability (akting / gerakan)
Adventuresomeness (kepetualangan)
Aesthetic perceptiveness (estitika)
Artistic Talent (artistik)
Athletic prowess (ke-atlit-an)
Common sense (pengetahuan umum)
Compassion (peduli orang lain, mudah tersentuh)
Courage (keberanian)
Creativity (kreativitas)
Emotional maturity (kematangan emosi)
Excellent memory (kehebatan menyimpan data / menghafal)
Imagination (imajinasi)
Inquiring mind (keingintahuan)
Intuition (intuisi)
Inventiveness (daya cipta, penemuan)
Knowledge of a given subject (Pengetahuan spesifik)
Leadership abilities (kepemimpinan)
Literary aptitude (bakat kesastraan)
Logical-reasoning ability (kemampuan berlogika)
Manual dexterity (ketangkasan manual / ketrampilan tangan)
Mathematical ability (kemampuan matematis)
Mechanical know-how (penguasaan mekanis)
Moral character (karakter moral)
Musicality (permusikan)
Passionate interest in a specific topic (kegairahan mengikuti / mendalami topik tertentu)
Patience (kesabaran)
Persistence (ketangguhan)
Physical coordination (kerapian fisik)
Political astuteness (kelihaian berpolitik)
Problem-solving capacity (kemampuan menghadapi masalah)
Reflectiveness (kemampuan merefleksikan)
Resourcefulness (kepandaian mengatasi masalah)
Self-discipline (disiplin-diri)
Sense of humor (naluri melucu)
Social savvy (pemahaman sosial)
Spiritual sensibility (ketajaman spiritual)
Strong will (kemauan keras)
Verbal ability (kemampuan mengungkapkan secara verbal)

Daftar di atas baru sebagian dari sekian. Masih banyak kemampuan alamiah manusia yang belum atau tidak bisa dijabarkan. Dan lagi, kalau kita perhatikan praktek hidup, amat sangat jarang ada orang yang hanya diberi satu kemampuan dari daftar di atas. Dalam diri setiap manusia ada sekian kemampuan dari daftar di atas. Orang yang hebat di bidang IT tidak berarti hanya dibekali kemampuan tekun dalam meng-otak-atik komputer. Ia juga punya kemauan keras, punya disiplin, kreatif, mau mempelajari hal-hal baru dan seterusnya. Seorang tokoh agama tidak berarti hanya dibekali kemampuan spiritual sensibility saja. Ia juga punya kemampuan lain yang mendukung keunggulannya, seperti verbal, sosial, dan lain-lain.

INI YANG PALING PENTING! Proses aktualisasi: 
Untuk meng-aktual-kan energi potensial itu dibutuhkan pembangkit, pengolahan atau pendeknya bisa disebut proses aktualisasi. Proses aktualisasi seperti apa saja yang bisa kita lakukan? Di bawah ini saya mencoba mendaftar proses yang bisa kita lakukan berdasarkan temuan ilmiyah para ahli atau juga pengalaman orang lain yang sudah menemukannya:

1. Hasrat sejati (inner calling): 
Di sini yang perlu kita lakukan adalah menemukan keinginan-keinginan yang selalu mendorong kita untuk meraihnya atau melakukannya. Konon, di setiap diri manusia sudah dipasang semacam stasiun radio yang selalu menyuarakan dorongan kepada kita untuk melakukan sesuatu yang sifatnya sangat spesifik. Inilah yang disebut hasrat sejati – yaitu sebuah hasrat yang terus menggelora di dalam diri kita. Supaya hasrat sejati itu teratur dan tersalurkan, cobalah merumuskan dan memperjuangkan tujuan hidup yang sudah kita buat berdasarkan kemampuan kita hari ini. Kesimpulan Mary Lou Retton mengatakan,“Setiap orang memiliki bara api yang menyala-nyala di dalam hatinya untuk meraih sesuatu. Tujuan hidup adalah alat untuk menemukannya dan menjaganya supaya tetap menyala.”

2. Pembuktian diri: 
Membuktikan diri artinya kita memunculkan ide, gagasan atau keinginan lalu kita memperjuangkannya sampai berhasil. Agar kita tidak terlalu sering gagal, pilihlah yang kira-kira bisa kita lakukan dengan kapasitas yang kita miliki hari ini. Semakin banyak yang bisa kita realisasikan, semakin tahu di mana sebetulnya keunggulan dan kelemahan kita.

3. Perbandingan positif: 
Ini juga bisa kita lakukan. Tehniknya, kita dapat membuat perbandingan antara kita dengan orang lain. Orang lain itu bagaikan cermin buat kita. Mengetahui di mana keunggulan dan kelemahannya, biasanya akan menunjukkan di mana keunggulan dan kelemahan kita. Tehnik melihat dan melakukan sesuatu dengan orang lain (bersinergi atau bekerja sama) inilah yang pernah dilakukan Bruce Lee. Cuma ada satu yang perlu dicatat. Model perbandingan yang kita butuhkan adalah perbandingan positif. Maksudnya, kita membandingkan diri kita dengan orang lain, bukan untuk tujuan yang macam-macam, tetapi murni untuk memperbaiki diri.

4. Pengasahan (Practicing): 
Kita sering meyakini bahwa orang-orang berprestasi tinggi itu meraih prestasinya karena Tuhan “mengistimewakan” mereka dengan bakat yang dimiliki sementara kita bukan seperti mereka.
Mengapa keyakinan semacam ini disebut mitos? Telaah di lapangan menyimpulkan, ternyata bukan karena bakat semata yang membuat mereka berhasil. Memang benar, mereka meraih prestasi tinggi karena punya bakat, ada peluang, ada dukungan dan ada pelatihan, tetapi faktor yang paling banyak mendukung keberhasilan mereka adalah “practicing” atau mengasah bakat, keunggulan atau kelebihan alamiah yang melekat pada dirinya.

5. Penempatan / penyaluran: 
Tidak semua keunggulan alamiah itu berada di lokasi yang sangat jauh dari kita sehingga kita perlu mencarinya setengah mati. Ada kalanya bisa muncul dari hobi, kegemaran-kegemaran kecil, kegiatan tertentu yang kita lakukan tanpa beban seperti orang main-main atau dari hal-hal yang sangat dekat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Di sini yang dibutuhkan adalah menyalurkan atau menempatkannya pada saluran atau bidang-bidang yang kira-kira menguntungkan kita lalu kita perbaiki dan kita kembangkan.

Sebagai tambahan, berikut kutipan hasil telaah dua orang pakar dari dunia yang berbeda. Mudah-mudahan ini juga bisa kita jadikan referensi. Pertama, dari seorang konsultan olahraga yang banyak menggeluti kehidupan atlet, Marie Dalloway, Ph.D, (2000-2004). Ia mensyaratkan adanya lima hal mendasar bagi seorang atlet untuk mengaktualkan bakat potensialnya, seperti berikut:
1. Bakat (Talent)
2. Kemauan keras untuk maju (Steel Will).
3. Dedikasi (cinta pekerjaan atau profesi)
4. Pembinaan dan Latihan
5. Training – diri

Sidney Moon dalam konferensi tahunan kedelapan tentang bakat di Yunani (2002) menjelaskan bahwa supaya bakat seseorang itu muncul dan bermanfaat bagi orang itu (ter-aktualkan), maka ini menuntut tiga hal, yaitu:

1. Kemampuan memahami diri (tahu kelebihan, tahu kelemahan, tahu tujuan, dst)
2. Kemampuan membuat keputusan hidup yang bagus (berpikir positif, ber-aksi positif, bergaul di lingkungan kondusif, dst)
3. Kemampuan menaati disiplin–diri (kemauan, ketekunan, kegigihan, dst)

Harus diakui memang bahwa ada rahasia Tuhan di balik istilah bakat itu. Maksudnya, bakat dalam arti keunggulan alamiah (potensi) memang dimiliki oleh semua orang, tetapi kenyataannya ada orang yang tahu (“ditunjukkan”) harta karunnya lebih dini sementara yang lain tidak. Ada bakat tertentu yang punya nilai sendiri untuk masa tertentu sementara yang lain tidak atau belum. Mengapa ini harus terjadi, tentu kita tidak tahu seratus persennya. (kaskus/nazlicious)
Baca selengkapnya ...

5 Tips Cara sederhana Mengglobalkan Bisnis

8 Des 2012
5 Tips Cara sederhana Mengglobalkan Bisnis
Bisnis Go Global (ilustrasi inet)

Sebuah Tips - Gan, tempo hari ane ikutan acara halal bi halal komunitas (emang sebagai panitia juga sih..hehe). Nah, disitu ada sharing gan dari beberapa narasumber. Narasumber yang okeh banget gan. Istilah kalo anak2 sekarang ya, “Gue emang harus bilang WOW gitu!” hehe

Sesi sharing dibuka dengan presentasi dari Ibu Lyra Puspa, Pendiri PILLAR Busines Accelerator, beliau menyampaikan Indonesia Entrepreneur Outlook 2012 yang isinya itu gan, data dan fakta yang mungkin selama ini belum kita tau. Informasi yang menggugah kesadaran dan optimisme untuk membangun dunia kewirausahaan Indonesia. Paling nggak, ada lima aspek kesadaran gan yang perlu dibangun dan ditingkatkan, yaitu sadar brand, sadar finansial, sadar komunitas, sadar online dan sadar spiritual. Nah, lima sadar ini kemudian menjadi kerangka dalam diskusi berikutnya yang menghadirkan beberapa tokoh dibidangnya masing-masing. Cuma di thread kali ini ane fokus dulu ke salahsatu topik.

Sadar brand melahirkan topik diskusi yang menarik, yaitu bagaimana bisnis UKM bisa go global. Bagaimana mengglobalkan bisnis UKM, bagaimana kiatnya disampaikan secara sederhana namun sangat mengena oleh narasumber tamu yang khusus diundang, yaitu oleh Bpk. Cristovita Wiloto, beliau adalah pendiri Komunitas Indonesia Youth Entrepreneur (IYE).
Harus disadari emang indonesia luas banget gan, penduduknya banyak. Jangan salah, dengan kondisi yang seperti ini bukan berarti kita melepaskan begitu aja peluang yang ada di luar. Kenapa?? Karena di luar sana ada pasar yang jauh lebih besar gan. Jadi, sayang banget donk kalau dicuekin! Selain itu ada potensi keuntungan yang juga lebih besar ketimbang kita hanya bermain di pasar lokal. Apa itu? Tingkat harga gan! Barang 2 kita, punya nilai jual yang sangat tinggi diluar sana. Ini potensi.

"Ah, buat bikin bisnis kita global kan gak gampang gan! Pasar lokal aja kita masih empot-empotan..gimana mau jualan keluar ?? “ Tenang gan, Bisnis Go Global bisa dimulai dengan hal yang mudah. Kalau pun belum punya produk, ya bisa jual produk orang lain. Kayak kasus orang bule ini gan, yang diceritakan oleh narasumber. Si Bule kunjung ke Bali, suka banget tuh doi sama produk-produk kerajinan Indonesia. Emang dasar dia cedik ya gan, dengan modal camera die jeprat-jepret dah tu barang-barang kerajinan yang di pajang di toko-toko. Doi sengaja emang keliling khusus untuk ambil gambar barang-barang kerajinan. Uda dapet fotonya gan, di pasang lah di web yang dia punya. Tau sendiri kan gan, website itu toko yang bisa dilihat siapa aja di mana aja. Apalagi kalau website itu bisa dimengerti orang yang lihat. Potensial banget gan buat jualan. Dengan begitu aja, tanpa punya produk kerajinan, doi udah bisa jualan. Doi aje bisa, masa sih kita nggak bisa?! Bukan begitu gan?!

Okeh, kira2ini poin yang mau ane share gan. Cekidot ya..

Pertama, Kita kudu sadar betul, diluar sana ada potensi pasar yang besar gan. Jangan hanya puas bermain di kampung sendiri.Bukalah pangsa pasar baru.

Kedua, Online-kan kita punya bisnis. Bikin websitenya. Nggak mesti mewah banget yang penting bisa untuk majang produk agan. Sambil jalan bolehlah dipercantik tampilannya, dipercanggih fitur-fiturnya.

Ketiga, kalau beneran mau bisnis agan Go Global Pastikan web agan bisa dimengerti oleh orang luar sana. Web agan harus berbahasa segmen yang agan tuju. Kalau agan mau produk agan dibeli sama orang cina, ya pake bahasa mandarin, kalau jualan agan mau dibeli sama orang-orang timur tengah ya pake bahasa arab gan. Seminimal mungkin ya bahasa inggris gan.

Keempat, ada keluhan, “yah, ane kaga bisa bahasa inggris gan, gimana donk?? “ Gampang! pake aplikasi2 yang ada, bahkan ini gratisan. Kalau nggak pandai bahasa inggris pake aja google translate, tinggal Copas gan (Copy Paste-red). Gampang kan?! Kedepan, Kalau mau yang lebih bagus, pake jasa penerjemah, atau rektrut karyawan yang pandai bahasa asing.

Kelima, JANGAN jual produk mentah keluar negeri ya gan, sayang banget! Jualah produk2 jadi karena nilai tambahnya lebih besar. Kalau Cuma jualan barang mentah, orang luar sana justru yang paling menikmati keuntungannya.

Gimana, simpel aja gan, kalaupun agan belum punya produk sendiri, contoh aja kasus si Bule di atas, cuma modal kamera dan website, ditambaah agan bisa pake Google Translate sudah sangat mungkin dan BISA mengglobalkan bisnis agan.

Bisnis Go Global ... Are You Ready....??

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016782366/5-tips-sederhana-mengglobalkan-bisnis/
Baca selengkapnya ...

5 Tips Cara untuk memulai usaha peternakan Bebek

1 Des 2012
5 Tips Cara untuk memulai usaha peternakan Bebek
Kandang Peternakan Bebek (infoternak)
Sebuah Tips - Beberapa pilihan dalam menentukan langkah memulai usaha :

1. Mengkususkan usaha untuk menghasilkan telur tetas.
Untuk menghasilkan telur tetas yang baik ratio jantan dan betina adalah 3-5 pejantan untuk 50-100 ekor itik betina. Di sarankan terdapat kolam di dalam kandang untuk aktifitas berenang itik agar terjadi proses kimpoi secara alami. Telur itik yang sudah terkumpul di tetaskan dengan bantuan mesin penetas karena naluri mengeram itik sangat rendah atau bahkan tidak ada. Bisa juga dengan bantuan jasa menthok, akan tetapi hal ini akan menambah biaya lagi untuk pemeliharannya. Lama penetasan baik dengan mesin penetas atau menthok ± 28 hari. Lama penyimpanan telur tetas yang baik adalah kurang dari 7 hari.

2. Usaha penetasan, yaitu menetaskan telur itik menjadi DOD (Day Old Duck).:

Karena lama penetasan yang lebih panjang dari pada telur ayam maka perlu pertimbangan lagi untuk memulai usaha ini. Ada dua hal yang penting dalam memulai usaha ini yaitu bagaimana cara mendapatkan telur tetas yang baik dan memilih mesin penetas. Anda bisa membuka artikel kami lainnya untuk penjelasan ke dua hal tersebut. Keuntungan dalam usaha ini akan berlipat apabila begitu DOD menetas langsung dapat terjual, kalau tidak maka perlu biaya tambahan untuk memelihara DOD untuk beberapa jangka waktu beberapa hari. Kami menyarankan bagi peternak pemula untuk mencari relasi yang dapat dipercaya sebagai penyuplai telur tetas karena menyangkut nama baik usaha yang akan kita rintis. Sekali citra usaha kita buruk maka agak sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lebih aman kalau kita memiliki pembibitan (breeding) sendiri untuk menjaga kualitas dan kontuinitas usaha.

3. Pembesaran DOD untuk dijadikan pedaging.: 
Beberapa tahun terakhir usaha ini sudah banyak mendapat perhatian dari para investor. Pada umumnya DOD yang dijadikan sebagai pedaging adalah DOD jantan. Kenapa? Di samping harga bibitnya lebih murah juga kelebihan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan betina. Masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu sekitar 2 – 3 bulan juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk para pemula yang akan terjun dalam bisnis ini harus pandai-pandai berhitung soal pakan karena fluktuasi harganya yang gampang berubah.

4. Usaha pembesaran DOD sampai menjelang bertelur (bayah).: 
Bayah adalah sebuatan itik betina siap bertelur yang berumur kira-kira 4-5 bulan. Biasanya system pemeliharaan bayah lebih banyak digembalakan karena di samping untuk lebih menekan biaya pakan juga untuk memberi kesempatan itik untuk berburu pakan alami kesenangannya seperti cacing, ikan-ikan kecil dan juga sebagai sarana exercise agar tubuh tidak kegemukan sehingga dapat menghambat produksi nantinya. Setelah itik sudah menandakan tanda-tanda akan bertelur maka itik bisa ditawarkan kepada calon pembeli. Ada satu trik saat menjual bayah yaitu usahakan menjual bayah ketika itik sudah mulai bertelur dan itu akan membawa ke harga jual yang lebih yang tinggi. Kita bisa menaikkan harga sampai Rp 500,- per ekor dan kita bisa bayangkan kalau bayah yang kita jual per minggu ada 100 ekor???

5. Usaha beternak itik untuk di ambil telurnya.: 
Usaha ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Peternak bisa memeliharanya dari semenjak DOD atau langsung membeli itik siap bertelur (bayah). Keuntungan kalau kita memelihara sejak DOD adalah kita tahu tingkah laku ternak yang kita perlihara sehingga kita lebih paham akan kondisi ternak. Akan tetapi ada juga sisi kelemahannya yaitu butuh kesabaran waktu dan modal karena kita terus mengeluarkan uang sejak DOD sampai itik-itik tersebut mulai bertelur. Adapaun sisi kelebihan kalau kita membeli langsung dari bayah adalah kita akan langsung dapat memetik hasilnya dalam waktu dekat. Sisi kelemahannya yaitu butuh modal yang besar, dan juga kesiapan mental untuk menghadapi stress yang tinggi karena perpindahan lokasi dan juga perbedaan penanganan ternak. - Sebuah Tips

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000005478843/calon-peternak-bebek-masuk-sini-gan/
Baca selengkapnya ...

Tips membangun jiwa leadership atau kepemimpinan

28 Feb 2011
SebuahTipsKepemimpinan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie boleh menjadi satu contoh bagi para remaja. Di tengah diskusi bersama para Blogger Kompasiana, Marzuki berbagi tips mengenai kepemimpinan (leadership).

Politikus Partai Demokrat ini menegaskan bahwa leadership bisa dipelajari. Untuk membangun leadership, harus dimulai dari dalam diri remaja itu sendiri.
Baca selengkapnya ...

Tips menanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini

27 Feb 2011

SebuahTips - Kreativitas berwirausaha ternyata bisa ditanamkan sejak dini. Seperti halnya yang dilakukan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia mengaku, mental menjadi pengusaha sudah dimilikinya sejak ia masih duduk di bangku sekolah.
JK pun menularkan ilmunya kepada ratusan murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar agar mereka bisa mengikuti jejaknya kelak.
Uraian JK yang disampaikan dengan lugas dan santai mendapat sambutan hangat dari anak-anak tersebut. Berebutan mereka bertanya kepada JK, termasuk tips
Baca selengkapnya ...